Shalat Rebo Wekasan, apakah disyari'atkan?
Memang sudah sejak lama ada orang dalam masyarakat kita (orang Islam Indonesia) yang melaksanakan salat Rebo Wekasan. Boleh jadi mereka mendasarkan kepada kitab yang kesohor di Jawa, yaitu kitab Mujarrabat (Mujarrabaat, bentuk jamak dari Mujarrabah atau mujarrab. Asal arti harfiyahnya: hal-hal yang sudah dicoba. Kira-kira maksudnya ya manjur atau mujarrab. Kitab yang berjudul demikian tidak hanya satu versi. Ada yang melulu berisi doa-doa, suwuk, rajah, azimat dan sebagainya. Ada juga yang dirangkai dengan cara-cara beribadah seperti salat, haji, dan sebagainya. Yang versi Jawa, tulisan pegon, ada “unsur-unsur Jawa”-nya. Seperti weton, nogo dino, keduten, dan sebagainya. Doa-suwuknya pun banyak yang gabungan Arab-Jawa).
Rebo Wekasan konon adalah hari Rabu terakhir bulan Shafar. Dan memang di Mujarrabat-nya Syekh Ahmad Ad-Dairaby, di akhir bab XVIII, antara lain disebutkan: “Dari kalangan orang-orang arif dan ahli kasyf ada yang menuturkan bahwa setiap tahun turun 320.000 bala', dan itu semua di hari rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang hari itu salat empat rekaat….. dan seterusnya.”
Kalau memang mereka yang mengerjakan salat Rebo Wekasan itu mendasarkan kepada kitab Mujarrabaat tersebut, ya tidak benar. Wong ini bukan Al-Qur’an, bukan Al-Hadits, dan bukan kitab fikih yang mu’tabar. Bahkan kitab ini lebih mirip dengan “tuntunan perdukunan” belaka. Kalau tidak mendasarkan kepada kitab itu, lalu mendasarkan kepada apa? Di kitab-kitab fikih kuning yang tidak lepas dari dasar Al-Quran dan As-sunnah, mulai dari Taqrib, Fathul Mu’in, Tahrir sampai Tuhfah An-Nihayah, Muhadzadzab, Ihya Ulumiddin dan sebagainya tidak ada keterangan mengenai Rebo wekasan itu.
Lalu bagaimana hukumnya salat Rebo Wekasan itu? Menurut keputusan musyawarah ulama NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang, upacara Rebo Wekasan adalah ghairu masyruu’, tidak disyariatkan oleh Islam. Mengenai salatnya sendiri, salat rebo wekasan, hukumnya haram, kecuali apabila yang mengerjakan salat itu berniat salah sunnah muthlaqah (pokoknya salat sunnah), atau niat salat hajat, tidak berniat mengkhususkan hari tersebut.
Hadratus Syekh K.H.M. Hasyim As’ary (1871-1947) rahimahullah, pernah ditanya masalah salat Rebo Wekasan ini dan beliau antara lain menjawab: “Ora wenang fatwa, ajak-ajak, lan ngelakoni salat ‘Rebo Wekasan’ lan salat Hadiah kang kasebut ing soal, kerono salat loro iku mahu dudu salat masyruu’ah fis-syar’i lan ora ono asale fis-syar’i” (bukan salat yang disyariatkan dan tidak ada dasarnya dalam agama).
Kalau salat Rebo Wekasan itu disyariatkan, masak seperti Imam Nawawi, Imam Ghazaly dan fuqaha (ulama fikih) besar yang lain tidak mengetahuinya, kok tidak pernah menuturkan dalam kitab-kitab mereka.
Mungkin orang akan mengatakan: “Lha itu ada hadits yang mempersilahkan orang memperbanyak atau mempersedikit salat, dengan mengerjakan salat Rebo Wekasan kan memperbanyak salat namanya?!” Kiai Hasyim Asy’ari menjawab: “Tentu saja yang dimaksud salat di situ adalah salat masyruu’ah, salat yang disyariatkan!”
Nah, supaya tidak geger-geger, kalau masih ada yang tetap ingin mengerjakan salat di hari Rebo Wekasan, ya niatnya saja diubah. Jangan niat salat Rebo Wekasan, tapi niat salat hajat atau niat salat sunnah begitu saja (sunnah muthlaqah). Mereka yang jadi panutan, mesti menjelaskan hal ini kepada jamaah mereka.
Wallahu A’lam bishbhawaab.
[[[Gus Mus]]]
Agen Prudential Berlisensi
mencoba untuk membuka mainset warga negara Indonesia agar open minded, mengerti pentingnya asuransi kesehatan
Selasa, 08 Desember 2015
Sabtu, 20 Desember 2014
Mengenal dan Pentingnya Asuransi Syariah
Menurut Dewan Syariah Nasional, definisi ASURANSI SYARIAH (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para peserta meng-infaq-kan/menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim, jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian peserta. Peranan perusahaan disini hanya sebatas pengelolaan operasional asuransi dan investasi dari dana-dana/kontribusi yang diterima/dilimpahkan kepada perusahaan.
Asuransi syari’ah disebut juga dengan asuransi ta’awun yang artinya tolong menolong atau saling membantu . Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Asuransi ta’awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling toleran terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam meringankan bencana yang dialami peserta. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2, yang artinya :
“Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”
MENGAPA HARUS ASURANSI SYARIAH?
Asuransi yang selama ini digunakan oleh mayoritas masyarakat (konvensional) bukan merupakan asuransi yang dikenal oleh para pendahulu dari kalangan ahli fiqh, karena tidak termasuk transaksi yang dikenal oleh fiqh Islam, dan tidak pula dari kalangan para sahabat yang membahas hukimnya.
Terjadi perbedaan pendapat ulama tentang asuransi non syariah (konvensional) yang disebabkan oleh perbedaan ilmu dan ijtihad mereka. Alasannya antara lain :
1. Pada transaksi asuransi konvensional terdapat jahalah (ketidaktahuan) dan ghoror(ketidakpastian), dimana tidak diketahui siapa yang akan mendapatkan keuntungan atau kerugian pada saat berakhirnya periode asuransi.
2. Di dalamnya terdapat riba atau syubhat riba. Hal ini akan lebih jelas dalam asuransi jiwa, dimana seseorang yang membeli polis asuransi membayar sejumlah kecil dana/premi dengan harapan mendapatkan uang yang lebih banyak dimasa yang akan datang, namun bisa saja dia tidak mendapatkannya. Jadi pada hakekatnya transaksi ini adalah tukar menukar uang, dan dengan adanya tambahan dari uang yang dibayarkan, maka ini jelas mengandung unsur riba, baik riba fadl dan riba nasi’ah.
3. Asuransi ini termasuk jenis perjudian (maysir), karena salah satu pihak membayar sedikit harta untuk mendapatkan harta yang lebih banyak dengan cara untung-untungan atau tanpa pekerjaan. Jika terjadi kecelakaan ia berhak mendapatkan semua harta yang dijanjikan, tapi jika tidak maka ia tidak akan mendapatkan apapun.
Melihat ketiga hal di atas, dapat dikatakan bahwa transaksi dalam asuransi konvensional yang selama ini kita kenal, belum sesuai dengan transaksi yang dikenal dalam fiqh Islam. Asuransi syari’ah dengan prinsip ta’awunnya, dapat diterima oleh masyarakat dan berkembang cukup pesat pada beberapa tahun terakhir ini.
Asuransi syariah dengan perjanjian di awal yang jelas dan transparan serta aqad yang sesuai syariah, dimana dana-dana dan premi asuransi yang terkumpul (disebut juga dengan dana tabarru’) akan dikelola secara profesional oleh perusahaan asuransi syariah melalui investasi syar’i dengan berlandaskan prinsip syariah.
Dan pada akhirnya semua dana yang dikelola tersebut (dana tabarru’) nantinya akan dipergunakan untuk menghadapi dan mengantisipasi terjadinya musibah/bencana/klaim yang terjadi diantara peserta asuransi. Melalui asuransi syari’ah, kita mempersiapkan diri secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip transaksi yang sesuai dengan fiqh Islam. Jadi tidak ada keraguan untuk berasuransi syari’ah.
PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL
Ada beberapa perbedaan mendasar antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional.
Perbedaan tersebut adalah:
- Asuransi syari’ah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari MUI yang bertugas mengawasi produk yang dipasarkan dan pengelolaan investasi dananya. Dewan Pengawas Syariah ini tidak ditemukan dalam asuransi konvensional.
- Akad yang dilaksanakan pada asuransi syari’ah berdasarkan tolong menolong. Sedangkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli
- Investasi dana pada asuransi syari’ah berdasarkan Wakallah bil Ujrah dan terbebas dari Riba. Sedangkan pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai bagian penempatan investasinya
- Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya.
- Pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diambil dari dana tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan dana yang akan dipakai sebagai dana tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan.
- Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.
Jumat, 19 Desember 2014
Sejarah Prudential Indonesia
Berdiri sejak tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, London, Inggris. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong yang mengelola dana mencapai £340 miliar (Rp 4,782 triliun) per 31 Desember 2010. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia adalah pemimpin pasar dalam penjualan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999. Sebagai pemimpin pasar, Prudential Indonesia selalu berusaha untuk menyediakan produk unit link yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan nasabahnya, dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia kerja, pernikahan, kelahiran anak, pendidikan anak, dan masa pensiun.
Sampai dengan 31 Desember 2010, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam dan 219 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan). Prudential Indonesia didukung oleh lebih dari 85.000 jaringan tenaga pemasaran berlisensi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dan melayani lebih dari 1.100.000 nasabah.
Beberapa penghargaan yang diterima Prudential Indonesia selama masa beroperasinya, termasuk di tahun 2011 sampai dengan bulan Mei:
Prudential Indonesia adalah pemimpin pasar dalam penjualan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999. Sebagai pemimpin pasar, Prudential Indonesia selalu berusaha untuk menyediakan produk unit link yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan nasabahnya, dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia kerja, pernikahan, kelahiran anak, pendidikan anak, dan masa pensiun.
Sampai dengan 31 Desember 2010, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam dan 219 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan). Prudential Indonesia didukung oleh lebih dari 85.000 jaringan tenaga pemasaran berlisensi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dan melayani lebih dari 1.100.000 nasabah.
Beberapa penghargaan yang diterima Prudential Indonesia selama masa beroperasinya, termasuk di tahun 2011 sampai dengan bulan Mei:
- Penghargaan "Diamond" untuk kategori "Life Insurance Services" dalam ajang “Service Quality Award 2011” dari Majalah Service Excellence bekerja sama dengan konsultan kualitas pelayanan, Carre-CCSL.
- Penghargaan "Diamond" untuk kategori "Health Insurance Services" dalam ajang “Service Quality Award 2011” dari Majalah Service Excellence bekerja sama dengan konsultan kualitas pelayanan, Carre-CCSL.
- Penghargaan "Indonesia Most Favorite Youth Brand 2011" untuk kategori asuransi dari Komunitas Markeeters dan MarkPlus, Inc.
- Top Brand Award 2011 untuk kategori Asuransi Jiwa untuk kedua kalinya berturut-turut dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
- Indonesia Most Favorable Brand in Social Media kategori asuransi dari majalah SWA, SITTI (Sistem Iklan Teknologi Teks Indonesia) dan OMG.
- Digital Marketing Award 2010 untuk situs korporat dalam kategori asuransi jiwa dari majalah Digital Marketing bekerja sama dengan lembaga riset Survey One dari Marketing Group.
- Indonesia’s Most Favorite Netizen Brand 2010 untuk kategori asuransi jiwa dari Marketeers bekerja sama dengan lembaga riset Mark Plus Insight.
- Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2010 untuk kategori asuransi jiwa dari Majalah SWA bekerja sama dengan lembaga riset Frontier Consulting Group.
- Cabang Asuransi Jiwa Syariah Terbaik 2010 untuk kategori perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp100 miliar dalam ajang “Investor Best Syariah 2010” dari Majalah Investor.
- Service Quality Award 2010. Menerima kualifikasi "Gold" untuk kategori “Life Insurance Services” dan kualifikasi "Diamond" untuk kategori “Health Insurance Services”. Penghargaan diberikan oleh Majalah Marketing bekerja sama dengan Carre-CSL.
- Top Brand Award 2010 untuk kategori asuransi jiwa berdasarkan Top Brand Index 2010 dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
- Marketeers Award: Greatest Brand of the Decade. Editor's Choice untuk kategori asuransi jiwa, sub kategori merek produk untuk PRUlink dari MarkPlus, Inc bekerja sama dengan komunitas Marketeers.
- Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) 2010 dari Majalah BusinessWeek Bloomberg sebagai “The Best in Building and Managing Corporate Image” untuk kategori asuransi jiwa.
- Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik dalam ajang Investor Awards 2010 dari Majalah Investor untuk kategori aset lebih dari Rp10 triliun. Prudential juga berhasil mempertahankan trophy "Star Performer" karena telah memenangkan kategori ini selama 8 tahun berturut-turut.
- Insurance Award 2010. Posisi teratas dalam kategori "Good Life Insurance" sub kategori modal lebih dari Rp 250 miliar dalam ajang Insurance Awards 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Media Asuransi.
- The Best Islamic Life Insurance, The Most Expansive Insurance, dan The Most Profitable Investmentdalam ajang Islamic Finance Award 2010 yang diselenggarakan oleh Karim Consulting.
Minggu, 14 Desember 2014
Sejarah Prudential
Prudential Inc merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia yang memiliki kantor perusahaan di seluruh dunia.
banyak orang yang tidak mengertahui sejarah awal perusahaan ini dari awal berdiri hingga saat ini.
Prudential memiliki sejarah panjang hingga menjadi salah satu perusahaan raksasa tingkat dunia yaitu sebagai berikut :
1848
Prudential didirikan pada 30 May 1848 di Hatton Garden, London, Inggris. Perusahaan ini didirikan dengan nama “Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association” dengan core bisnis asuransi jiwa dan pinjaman bagi kelas ekonomi menengah di Inggris saat itu.
1854
Setelah melakukan bisnis pada kelas mengengah Prudential melakukan langkah yang berani untuk membuka asuransi jenis baru yaitu asuransi industri, yang ditujukan kepada para pekerja industri. Dimana premi di mulai dari 1 Penny. Prudential adalah yang pertama mengembangkan bisnis asuransi dengan Agent Agent nya yang menjual asuransi Door to Door.
Asuransi ini di kemas bersamaan dengan Investasi yang menarik, dan proses administrasi yang efisien.
1856
Pertama kalinya di perkenalkan oleh Prudential Sebuah Polis Yang Tercetak tentang ketentuan ketentuan asuransi Prudential.
Produk baru ini membuka market yang luar biasa besar bagi bisnis asuransi Prudential.
1860
Prudential Mengakuisisi Perusahaan Asuransi saingan terbesarnya, “The British Industry Life Assurance Company” dan berubah nama menjadi “The British Prudential Assurance Company.”
1865
Prudential kembali mengakuisisi Perusahaan Asuransi Saingan nya “The Consolidated Life Assurance Company“. Dan menjadikan Prudential sebagai Perusahaan Asuransi Terbesar Di Inggris pada era tahun 1860 an.
Dan Prudential sekarang di kenal sebagai, “Prudential Assurance Company”
1871
Untuk memenuhi pekerjaan administratif yang semakin banyak Prudential mulai mempekerjakan tenaga kerja administrasi wanita - dimana hal ini belum umum di lakukan di Inggris pada masa itu.
Pendapatan Premi Prudential pun meningkat tajam sebagai bukti kuatnya image perusahaan dan kepercayaan masyarakat. Dari £ 1.836 pada tahun 1851, menjadi £ 52,009 pada tahun 1861 dan £ 348,975 pada tahun 1871.
Prudential dapat membangun kepercayaan masyarakat inggris hanya dalam waktu 20 tahun saja.
1879
Prudential memindahkan kantornya ke Holborn Bars untuk membangun sebuah kantor yang besar demi menjaga citra nya. Kantor tersebut di design oleh seorang arsitek terkenal Inggris Alfred Waterhouse yang juga terkenal sebagai arsitek dari Natural History Museum di Inggris.
Bangunan ini adalah simbol status Prudential sebagai sebuah perusahaan asuransi terbesar di Inggris.
1881
Prudential secara resmi menjadi Perseroan Terbatas. Atau limited liability company
1901
Berdirinya M&G, Municipal and General Securities Company yang merupakan group dari Civil and Constructional Engineering Company White Drummond.

Sejarah Prudential Plc – Bagian II
1812
Kesejahteraan sosial yang selama ini menjadi tanggung jawab perusahaan dan sebagian di sediakan oleh lembaga lembaga amal, Pada tahun ini di undang undangkan menjadi tanggung jawab pemerintah. Undang undang ini dikenal dengan Lloyd George’s National Insurance Act .
Perusahaan - perusahaan swasta mulai untuk membayar tunjangan kesehatan dan pensiun bagi karyawan nya. Prudential adalah Perusahaan Asuransi Prudential adalah yang pertama mendapatkan pengakuan dari pemerintah untuk menyelenggarakan program ini. Pada tahun 1948 sebanyak 5 juta orang telah merasakan manfaat program Prudential ini.
1813
Untuk pertama kalinya Prudential menggunakan “Powers Samas punch card machines” untuk mengurangi beban pekerjaan administratif yang kian meningkat. Dengan sistem informasi modern untuk saat itu, maka Prudential dapat merecord seluruh kegiatan nya dan meneruskan informasi tersebut dari Prudential Approved Societies ke administer the new National Health Insurance.
Dengan memiliki 150 mesin punch card, pada tahun 1923 Prudential merupakan perusahaan dengan pengguna mesin punch card terbesar di seluruh dunia. Yang di tahun tahun berikutnya mesin Punch Card menjadi familiar dalam accounting.
1919
Untuk pertama kalinya Prudential menjadi sebuah perusahaan Asuransi Umum dimana Prudential menjual berbagai macam produk asuransi seperti; Kebakaran, Kecelakaan, Property, Kendaraan dan Lain lain.
1921
Prudential membuka kantor cabang di Perancis, Yang merupakan langkah awal untuk menjadi sebuah perusahaan berskala internasional. Kantor kantor Agency mulai di dirikan di seluruh dunia. Dan pada tahun 1930 di buka kantor cabang utama pertama yang beroperasi Independen.
Kantor Agency juga di dirikan di India, Canada, Australia, Afrika, Asia Timur Jauh dan Malaysia.
1926
Iklan dan Brand Imaging mulai di lakukan dengan serius. Di buat departemen khusus untuk itu. Departemen ini bertugas untuk menjaga brand Images Prudential di seluruh dunia dan juga untuk membantu mensosialisasikan produk produk prudential yang terus di kembangkan.
1929
Group Pensiun di perkenalkan untuk pertama kalinya. Sebagai produk baru, yang menyediakan keamanan dan kesejahteraan bagi usia tidak produktif.
1931
Perusahaan Investasi dan Mutual Fund M&G di dirikan. Perusahaan ini adalah perusahaan Asset Management pertama yang ada di Inggris. Pertama kali berinvestasi pada saham 24 perusahaan terbaik di inggris.
Ide membuat perusahaan ini datang setelah kejatuhan bursa wall street pada tahun 1929.
1940
Seluruh staff dan kegiatan kantor di pindahkan ke Turki selama perang berlangsung
1949
Pertama kalinya di kenal term “The Man From Pru”. Image ini begitu berkesan pada waktu itu. Prudential berhasil membuat image Agen asuransi adalah pekerjaan yang terhormat.
1961
Kantor Jackson National Life pertama di buka di Jackson, Michigan USA.
banyak orang yang tidak mengertahui sejarah awal perusahaan ini dari awal berdiri hingga saat ini.
Prudential memiliki sejarah panjang hingga menjadi salah satu perusahaan raksasa tingkat dunia yaitu sebagai berikut :
1848
Prudential didirikan pada 30 May 1848 di Hatton Garden, London, Inggris. Perusahaan ini didirikan dengan nama “Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association” dengan core bisnis asuransi jiwa dan pinjaman bagi kelas ekonomi menengah di Inggris saat itu.
1854
Setelah melakukan bisnis pada kelas mengengah Prudential melakukan langkah yang berani untuk membuka asuransi jenis baru yaitu asuransi industri, yang ditujukan kepada para pekerja industri. Dimana premi di mulai dari 1 Penny. Prudential adalah yang pertama mengembangkan bisnis asuransi dengan Agent Agent nya yang menjual asuransi Door to Door.
Asuransi ini di kemas bersamaan dengan Investasi yang menarik, dan proses administrasi yang efisien.
1856
Pertama kalinya di perkenalkan oleh Prudential Sebuah Polis Yang Tercetak tentang ketentuan ketentuan asuransi Prudential.
Produk baru ini membuka market yang luar biasa besar bagi bisnis asuransi Prudential.
1860
Prudential Mengakuisisi Perusahaan Asuransi saingan terbesarnya, “The British Industry Life Assurance Company” dan berubah nama menjadi “The British Prudential Assurance Company.”
1865
Prudential kembali mengakuisisi Perusahaan Asuransi Saingan nya “The Consolidated Life Assurance Company“. Dan menjadikan Prudential sebagai Perusahaan Asuransi Terbesar Di Inggris pada era tahun 1860 an.
Dan Prudential sekarang di kenal sebagai, “Prudential Assurance Company”
1871
Untuk memenuhi pekerjaan administratif yang semakin banyak Prudential mulai mempekerjakan tenaga kerja administrasi wanita - dimana hal ini belum umum di lakukan di Inggris pada masa itu.
Pendapatan Premi Prudential pun meningkat tajam sebagai bukti kuatnya image perusahaan dan kepercayaan masyarakat. Dari £ 1.836 pada tahun 1851, menjadi £ 52,009 pada tahun 1861 dan £ 348,975 pada tahun 1871.
Prudential dapat membangun kepercayaan masyarakat inggris hanya dalam waktu 20 tahun saja.
1879
Prudential memindahkan kantornya ke Holborn Bars untuk membangun sebuah kantor yang besar demi menjaga citra nya. Kantor tersebut di design oleh seorang arsitek terkenal Inggris Alfred Waterhouse yang juga terkenal sebagai arsitek dari Natural History Museum di Inggris.
Bangunan ini adalah simbol status Prudential sebagai sebuah perusahaan asuransi terbesar di Inggris.
1881
Prudential secara resmi menjadi Perseroan Terbatas. Atau limited liability company
1901
Berdirinya M&G, Municipal and General Securities Company yang merupakan group dari Civil and Constructional Engineering Company White Drummond.

Sejarah Prudential Plc – Bagian II
1812
Kesejahteraan sosial yang selama ini menjadi tanggung jawab perusahaan dan sebagian di sediakan oleh lembaga lembaga amal, Pada tahun ini di undang undangkan menjadi tanggung jawab pemerintah. Undang undang ini dikenal dengan Lloyd George’s National Insurance Act .
Perusahaan - perusahaan swasta mulai untuk membayar tunjangan kesehatan dan pensiun bagi karyawan nya. Prudential adalah Perusahaan Asuransi Prudential adalah yang pertama mendapatkan pengakuan dari pemerintah untuk menyelenggarakan program ini. Pada tahun 1948 sebanyak 5 juta orang telah merasakan manfaat program Prudential ini.
1813
Untuk pertama kalinya Prudential menggunakan “Powers Samas punch card machines” untuk mengurangi beban pekerjaan administratif yang kian meningkat. Dengan sistem informasi modern untuk saat itu, maka Prudential dapat merecord seluruh kegiatan nya dan meneruskan informasi tersebut dari Prudential Approved Societies ke administer the new National Health Insurance.
Dengan memiliki 150 mesin punch card, pada tahun 1923 Prudential merupakan perusahaan dengan pengguna mesin punch card terbesar di seluruh dunia. Yang di tahun tahun berikutnya mesin Punch Card menjadi familiar dalam accounting.
1919
Untuk pertama kalinya Prudential menjadi sebuah perusahaan Asuransi Umum dimana Prudential menjual berbagai macam produk asuransi seperti; Kebakaran, Kecelakaan, Property, Kendaraan dan Lain lain.
1921
Prudential membuka kantor cabang di Perancis, Yang merupakan langkah awal untuk menjadi sebuah perusahaan berskala internasional. Kantor kantor Agency mulai di dirikan di seluruh dunia. Dan pada tahun 1930 di buka kantor cabang utama pertama yang beroperasi Independen.
Kantor Agency juga di dirikan di India, Canada, Australia, Afrika, Asia Timur Jauh dan Malaysia.
1926
Iklan dan Brand Imaging mulai di lakukan dengan serius. Di buat departemen khusus untuk itu. Departemen ini bertugas untuk menjaga brand Images Prudential di seluruh dunia dan juga untuk membantu mensosialisasikan produk produk prudential yang terus di kembangkan.
1929
Group Pensiun di perkenalkan untuk pertama kalinya. Sebagai produk baru, yang menyediakan keamanan dan kesejahteraan bagi usia tidak produktif.
1931
Perusahaan Investasi dan Mutual Fund M&G di dirikan. Perusahaan ini adalah perusahaan Asset Management pertama yang ada di Inggris. Pertama kali berinvestasi pada saham 24 perusahaan terbaik di inggris.
Ide membuat perusahaan ini datang setelah kejatuhan bursa wall street pada tahun 1929.
1940
Seluruh staff dan kegiatan kantor di pindahkan ke Turki selama perang berlangsung
1949
Pertama kalinya di kenal term “The Man From Pru”. Image ini begitu berkesan pada waktu itu. Prudential berhasil membuat image Agen asuransi adalah pekerjaan yang terhormat.
1961
Kantor Jackson National Life pertama di buka di Jackson, Michigan USA.
Senin, 18 November 2013
Jumat, 27 Januari 2012
nganggur
sebenarnya.. ingin sekali menulis di blog.. tapi.. gak tahu apa yang mo ditulis... terlalu banyak yang dikerjakan sehingga tidak bisa berfikir jernih untuk mengisi sebuah blog
Jumat, 14 Oktober 2011
Langganan:
Komentar (Atom)




